TERCIPTANYA ALAM SEMESTA

tersebut ditafsirkan dengan banyak pengertian. Menurut Dr. T. Jamaludin (menuju akal dan wahyu yang sepadu, 2008) membagi enam masa sesuai yang tertera dalam surat An-Naazi’aat: 27-33, periode masa penciptaan langit dan bumi yaitu sebagai berikut :
1). Masa I : Penciptaan langit pertama kali ( ayat 27)
Pembentukan langit berasal dari ledakan besar atau dikenal dengan teori big bang (terjadi 13,7 milyar tahun yang lalu ), pembuktian secara ilmiahnya adalah terdapat gelombang mikrokosmik di angkasa dan terdapat pula pada meteorit, ledakan ini menghasilkan gas hydrogen dalam bentuk awan debu (dukhon) terkondensasi dan berputar memadat, hasil reaksi intinya berupa gas helium dan radiasi sinar infra merah, sesuai dengan persamaan E = mc2 besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan masa atom hidrogen yang berubah, kemudian terbentuk angin bintang dari kedua kutub dukhon, menyebar dan menyapu bagian pinggir debu yang mengelilinginya, terbentuklah galaksi (bahan penyusunnya bintang-bintang dan gas) menghasilkan strukturberupa lembaran (filamen) dan rongga (void).
Bukti penting lain bagi Teori Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium dialam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis, konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.
2). Masa II: Pengembangan dan penyempurnaan (ayat 28)
Terdapat istilah meninggikan bangunan dan menyempurnakan. Keseimbangan dan kesempurnaan ciptaan Allah SWT, wajib kita imani karena akan menambah pengakuan kita akan kebesaran-Nya. Sesuai denga firman Allah: ”Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”. (QS. Al-Mulk, 67:3).
Pendapat Harun Yahya (Ilmu Astronomi mengatakan: alam semesta itu diciptakan): ”Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemukan secara ilmu fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Al-Quran 14 abad lampau: ”Dia Pencipta langit dan bumi" (QS. Al-An'aam, 6: 101).
Ilmu fisika berkembang pesat dari teori yang dianut pada abad 19 yang menyatakan bahwa alam ini hanyalah sekumpulan materi sudah ada dan selamanya ada sebagai pandangan paham materialistic, namun hal ini sangat bertentangan dengan Al-Quran karena banyak ayat-ayat didalamnya menyatakan bahwa Dia-lah yang maha memiliki apa-apa yang dilangit dan dibumi serta diantara keduanya (langit-bumi).
Pembuktian kebenaran sempurnanya ciptaan Allah SWT tentang konsep adanya alam semesta terus dilakukan para ahli fisika, penemuan alat teknologi untuk mengamati benda-benda langit (tahun 1929), di observatorium Mount Wilson California, ahli astronomi Amerika, Edwin Hubble membuat salah satu penemuan terbesar di sepanjang sejarah astronomi. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini ”bergerak menjauhi" kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah.
Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.
Jauh sebelumnya, Hubble telah membuat penemuan penting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi kita, tapi juga menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus "mengembang".
Alam semesta dapat diumpamakan sebagai permukaan balon yang sedang mengembang. Sebagaimana titik-titik di permukaan balon yang bergerak menjauhi satu sama lain ketika balon membesar, benda-benda di ruang angkasa juga bergerak menjauhi satu sama lain ketika alam semesta terus mengembang.
Sebenarnya (masih menurut Harun Yahya), fakta ini secara teoritis telah ditemukan lebih awal. Albert Einstein, yang diakui sebagai ilmuwan terbesar abad 20, berdasarkan perhitungan yang ia buat dalam fisika teori, telah menyimpulkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis. Tetapi, ia mendiamkan penemuannya ini, hanya agar tidak bertentangan dengan model alam semesta statis yang diakui luas waktu itu. Dikemudianhari, Einstein menyadari tindakannya ini sebagai 'kesalahan terbesar dalam karirnya'.
Sifat kasih sayang Allah SWT kepada manusia yang khusus diciptakan sebagai Khalifah dibumi (QS.Al-Baqoroh: 30) artinya kemampuan manusia telah melebihi mahluk lain yang diberi wewenang untuk dapat melintasi dan mengkaji alam semesta, demikian juga mahluk jin turut diberi kesempatan dalam meneliti alam ini, demikian firman Allah dalam QS Ar-Rahmaan ayat ke-33: Tidaklah jin dan manusia akan mampu melintasi langit dan bumi kecuali dengan kekuatan. Makna kekuatan disini dapat diartikan yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai rasa iman dan keihlasan dalam beribadah kepada-Nya
Mengembangnya Alam Semesta
Apa arti dari mengembangnya alam semesta? Hal ini berarti bahwa jika alam semesta dapat bergerak mundur ke masa lampau, maka ia akan terbukti berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan bahwa 'titik tunggal' ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki 'volume nol', dan 'kepadatan tak hingga'. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini. (Harun Yahya: Penciptaan Alam Semesta).
volume nol' merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep 'ketiadaan', yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai 'titik bervolume nol'. Sebenarnya, 'sebuah titik tak bervolume' berarti 'ketiadaan'. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan.
Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat. Big Bang merupakan petunjuk nyata bahwa alam semesta telah 'diciptakan dari ketiadaan', dengan kata lain ia diciptakan oleh Allah SWT.
Namun manusia terkadang mengingkari fakta bahwa keteraturan alam menunjukkan adanya Keesaan Allah yang Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak atas tiap-tiap sesuatu sehingga banyak manusia menjadi kafir (mengingkari kebenaran), akhirnya manusia menjadi tidak taat, enggan memikirkan sunnatullah.
Diantara para astronom yang mengingkari teori big bang dan mempertahankan gagasan alam semesta tak hingga seperti: Arthur Eddington, salah seorang fisikawan materialis, Sir Fred Hoyle (Astronom Inggris).
Namun Banyak astronom yang mendukung teori big bang (pada tahun 1948), Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang 'seharusnya ada' ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang radiasi ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut 'radiasi latar kosmis', tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.
Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.
3). Masa III : Pembentukan Tata Surya (ayat 29)
Dijadikannya matahari sebagai sumber cahaya di bumi maka terdapat pertukaran malam dan siang karena sifat rotasi bumi. Seperti halnya matahari semua unsur yang ada di bumi berasal dari reaksi nuklir inti besi, sedangkan bulan tidak mempunyai inti besi, unsur kimia di bulan mirip dengan kerak bumi artinya dapat disimpulkan bulan terbentuk akibat adanya lontaran dari bumi saat bumi bertumbukkan dengan dengan benda angkasa.
4). Masa IV : Awal mula daratan bumi (ayat 30)
Penghamparan dimaksud adalah terbentuknya superkontinen pangea, dalam surat Fushshilat ayat 9: Katakanlah: ”Susungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu dalah Rob semesta alam”.
5) Masa V : Pengiriman air ke bumi melalui komet (ayat 31)
”Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya”. Awal terbentuknya bumi belum terdapat air dan atmosfer bumi masih tipis, diperkirakan dari komet saat menumbuk bumi. Unsur hidrogen dari komet bereaksi dengan unsur di bumi dan membentuk uap air dalam bentuk hujan yang pertama turun, sebagai bukti air berasal dari komet adalah perbandingan (rasio) Deuterium dan Hidrogen air laut sama dengan yang terdapat pada komet. Dalam Al-Quran dijelaskan juga bahwa segala mahluk hidup berasal dari air, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu tumbuh didalam air.
6) Masa VI : Proses geologis serta lahirnya hewan dan manusia (ayat : 32-33)
”Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh”. Semua itu untuk kesenangnmu dan untuk binatang ternakmu. Penciptaan gunung-gunung sebagai pasak (tiang penyangga) di bumi, berbagai kandungan mineral terdapat di gunung dalam ayat ke-10 dari surat Fushshilat: ”Dan Dia menciptakan dibumi itu gunung-gunung yang kokoh diatasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan kadarnya makana-makan (penghuni) nya dalam empat masa (penjelasan itu sebagai jawaban) orang-orang bertanya”. Selain teori dalam ilmu astronomi, berbagai disiplin ilmu pengetahuan lainnya yang diaplikasikan dalam temuan teknologi serta kemanfaatannya membuktikan betapa luasnya Ilmu Allah, betapa sempurnanya segala bentuk kehendak dan kekuasaan Allah, lalu apakah kita masih terus menerus menyangkal keberadaan Allah SWT?! Pembuktian yang bagaimana lagi agar kita yakin mengakui luasnya kerajaan Allah, sebagai orang yang beriman (beragama) hanya bisa dan selalu berdzikir seperti doa kaum ulil albaab (selalu memikirkan kesempurnaan mahluk yang diciptakan), dinyatakan Allah SWT dalam surat Ali Imrom ayat 191: ” ... Robbana maa kholaqta hadzaa baathilan subhaanaka faqinaa adzaabannaar (Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka)”. Amiin.
Ayo kita MENULIS!!! Blog ESKUL Media Mandiri, kirim ke e-mail kami, lihat hasilnya di http://eskultabloidpendidikan.blogspot.com
BalasHapusAllohu Akbar !!!
BalasHapusBetapa kecilnya manusia dibandingkan keberadaan keuasan alam semesta, apakah kita tetap berlaku sombong dihadapan Allah SWT...
BalasHapusterdapat tanda-tanda bagi kaum ulil albaab yaitu selalu mengerahkan jiwa dan raga untuk bertaqorub Ilallah baik dalam keadaan duduk berdiri dan berbaring,mereka mengakui kemanfaatan ciptaan Allah yang takpernah sia-sia dan berdoa Robbanaa maa kholakta hadaa bathila subhaanaka faqinaa adzabannar,amin
BalasHapusKasih sayang Allah kepada mahluk-Nya agar mempelajari ayat-ayat kauniyah dan kauliayah, keluasan ilmu Allah adalah untuk kesejahteraan hidup,bila kita beriman dengan ayat-ayat Allah dan berusaha melaksanakan perintah dan menjauhi larangan maka alam akan bersahabat dengan kita namun bila kita merusak keseimbangan alam maka bencana menghampiri kita
BalasHapusAllahu Akbar, kekuasaan-Mu tiada batas, Kasih sayang-mu kepada mahluk-Mu membuktikan Enkaulah sang penguasa alam, betapa kecil kami dihadapan-Mu maka senantiasa kami memohon lindungi kami, sayangi kami, ijinkan kami menjadi hambam-Mu yang terpilih tuk terus bertasbih memuji-Mu
BalasHapusTuk anak-anaku para peljar teruslah belajar mentadaburi ciptaan Allah, kelak engkau dapati anugerah nikmat betapa indanh dan sempurna segala ciptaan Allah
BalasHapussebagai hamba Allah tentulah kita berusaha mentadaburi alam ini melalui ilmu, karena dengan ilmu kita menetahui tata cara beribadah, dengan ilmu manusia bisa bertahan hidup tapi kitapun menuju kehidupan akhir harus dengan imu
BalasHapussujud syukur pada-Mu ya robby engkau perjalankan sang surya hingga hataran radiasi cahya kemilau agar perjalanan kami dalam kehidupan ini tetap ada,sangsurya hanyalah satu warga angkasas yak sanggup menghitungnya Engkau perintahkan mereka tetap berada pada garis edarnya laksana ritual thowaf mengelilingi ka'bah ditanah haram-Mu
BalasHapusKala kulihat mentari diufuk sana semburat merah membentang alam indah betul panorama sejenak kemilau emas bergeming naik,ah....hamba tak sanggup menatap lagi betapa besarnya kekuasan-Mu
BalasHapusDalam Quran surat Ali Imran ayat 190-191 tentulah memperkuat informasi bagi para ilmuwan (ulil Albaab) maka tidak ada cara lain tunduk patuh keada Allah SWT adalah harga mati
BalasHapus